26 April 2017

Tengok Dinasour (Lagi)

Assalamualaikum..

Perancang majlis sekarang ni memang lagi hebat, siap ke sekolah bagi flyers bagai, dah plak dapat ke budak2 , memanglah tak tidur siang malam dikerah mak bapak bawak pergi.

Aritu, Imani dapat satu flyers untuk Dinasour kebende di AU2. Yang buat Grolier (sebahagian cara nak tarik orang beli buku la rasanya). Ingatkan free, tengok2 sekali kena bayar. Pastu bayaran tu boleh tahan gak la hampir seratus untuk 3 orang. Harapnya, tempat nak tengok tu besar, alih2 masuk ke dalam, ada miniature 5, lain2 tampal di dinding buatan. Kecewa gak la. 

Yang Harith dan Hanif memang semulajadi penakut sket, tempat gelap, alih2 pusing kanan bertembung face-to-face dengan muka dinasour..memang tak cukup tanah la lari keluar semula dari tempat pameran.

Ini sebelum masuk. Muka kondifen benda kat dalam menarik.

Dah masuk...belum jumpa lagi miniature dinasour dengan gigi penuh darah. Hahah. Jadi memasing muka berani..gaya tak hengat la adik ni.

Her favorite dino. Sebab..suka makan burger. Boleh?
Masa ni tengah kira berapa batang gigi dino ada. Punyerla lama kira, bila tengok, tak ada gigi pun sebenarnya. Yang harith kira sisik kot.
Satu-satunya gambar sorang yang berjaya di ambil DALAM ruang pameran.

Masuk RM100, tak sampai 10 minit, berterabur keluar semula. Sila jangan tanya mana Hanif. Melalak tak hengat.


Baru nampak happy semua ada kebende ni.


Lepak je budak kecik ni ambil stok barang pameran dan buat harta sendiri.


Adeh. Tak berbaloi rasa harga masuk dengan apa yang dapat. Tapi dah budak2 nak dan alhamdulillah ada kemampuan , boleh lah layan. Esok2 memang kena asingkan apa yang boleh dan apa yang tak boleh nak pergi.

Jumpa lagi!!



24 April 2017

A Terrible Food Poisoning

Assalamualaikum... 


Hasif brought his sister for a movie date and food marathon. Since I was not having an excuse from work, so the best was just joined them for lunch and later a tea.

So lunch at Penang Little Cafe and tea at Secret Recipe.

4 cakes 3 drinks ( for 3 person )

Balik rumah, malam ok. Esok pagi dah sakit perut. Alhamdulillah perempuan ni kuat sket, makan ubat sakit perut dah settle. Lelaki manja. Hahaha.

By lunch, Hasif dah kena dibawa ke PCMC.. dah tak boleh bangun dari klinik.

Menerima kunjungan dari YAB Ibrahim .

3 hari 2 malam lah duduk di hospital. Allah tarik sikit nikmat. Alhamdulillah.

Doakan baik2 ye. Jumpa lagi.

22 April 2017

INFO: Wanita - Darjah Yang Tinggi Diberi Allah

Assalamualaikum..

Dalam masa2 senggang yang ada, jenguk2 lah laman sosial, terbaca artikel mengenai perbahasan wanita. Ada satu pergerakkan feminism yang kononnya memperjuangkan hak2 wanita, dan mempertaruhkan agama dalam menegakkan pendapat.

Kenapa saya cakap mempertaruhkan agama?

Sebab Islam ini memang sudah sempurna. Cantik. Yang dangkalnya adalah, pengamal itu tidak faham betul2 dan kurang ilmu. Bila tidak faham, kurang ilmu, mula menunding jari menyalahkan. Ini kurang bijak.

Sebab saya juga bukan ahli dalam bidang ini, saya petik dari http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/membantah-feminis/surat-an-nisa-satu-bukti-islam-memuliakan-wanita/ - mengajak kita faham hanya pesana Allah dalam surah an-nisa'.

1. Wanita diciptakan dari tulang rusuk laki-laki.
Surah An-Nisa` dibuka dengan ayat:
يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً
“Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dari jiwa yang satu dan dari jiwa yang satu itu Dia menciptakan pasangannya, dan dari keduanya Dia memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak.” (An-Nisa`: 1)
Ayat ini merupakan bagian dari khutbatul hajah yang dijadikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai pembuka khutbah-khutbah beliau. Dalam ayat ini dinyatakan bahwa dari jiwa yang satu, Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan pasangannya. Qatadah dan Mujahid rahimahumallah mengatakan bahwa yang dimaksud jiwa yang satu adalah Nabi Adam ‘alaihissalam. Sedangkan pasangannya adalah Hawa. Qatadah mengatakan Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam. (Tafsir Ath-Thabari, 3/565, 566)
Dalam hadits shahih disebutkan:
إِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلْعٍ، وَِإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلْعِ أَعْلاَهُ، فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيْمُهُ كَسَرْتَهَا، وَإِنِ اسْتَمْتَعْتَ بِهَا اسْتَمْتَعْتَ وَفِيْهَا عِوَجٌ
“Sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk. Dan sungguh bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah yang paling atasnya. Bila engkau ingin meluruskannya, engkau akan mematahkannya. Dan jika engkau ingin bersenang-senang dengannya, engkau bisa bersenang-senang namun padanya ada kebengkokan.” (HR. Al-Bukhari no. 3331 dan Muslim no. 3632)
Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata, “Dalam hadits ini ada dalil dari ucapan fuqaha atau sebagian mereka bahwa Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk. Hadits ini menunjukkan keharusan berlaku lembut kepada wanita, bersikap baik terhadap mereka, bersabar atas kebengkokan akhlak dan lemahnya akal mereka. Di samping juga menunjukkan dibencinya mentalak mereka tanpa sebab dan juga tidak bisa seseorang berambisi agar si wanita terus lurus. Wallahu a’lam.”(Al-Minhaj, 9/299)
2. Dijaganya hak perempuan yatim.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلاَثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلاَّ تَعُولُوا
“Dan jika kalian khawatir tidak akan dapat berlaku adil terhadap hak-hak perempuan yatim (bilamana kalian menikahinya), maka nikahilah wanita-wanita lain yang kalian senangi: dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kalian khawatir tidak dapat berlaku adil maka nikahilah seorang wanita saja atau budak-budak perempuan yang kalian miliki. Yang demikian itu lebih dekat untuk kalian tidak berlaku aniaya.” (An-Nisa`: 3)
Urwah bin Az-Zubair pernah bertanya kepada Aisyah radhiyallahu ‘anha tentang firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: وَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى maka Aisyah radhiyallahu ‘anha menjawab, “Wahai anak saudariku1. Perempuan yatim tersebut berada dalam asuhan walinya yang turut berserikat dalam harta walinya, dan si wali ini ternyata tertarik dengan kecantikan si yatim berikut hartanya. Maka si wali ingin menikahinya tanpa berlaku adil dalam pemberian maharnya sebagaimana mahar yang diberikannya kepada wanita lain yang ingin dinikahinya. Para wali pun dilarang menikahi perempuan-perempuan yatim terkecuali bila mereka mau berlaku adil terhadap perempuan-perempuan yatim serta memberinya mahar yang sesuai dengan yang biasa diberikan kepada wanita lain. Para wali kemudian diperintah untuk menikahi wanita-wanita lain yang mereka senangi.” Urwah berkata, “Aisyah menyatakan, ‘Setelah turunnya ayat ini, orang-orang meminta fatwa kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang perkara wanita, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan ayat:
وَيَسْتَفْتُونَكَ فِي النِّسَاءِ
“Dan mereka meminta fatwa kepadamu tentang wanita.” (An-Nisa`: 127)
Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Dan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam ayat yang lain:
وَتَرْغَبُونَ أَنْ تَنْكِحُوهُنَّ
“Sementara kalian ingin menikahi mereka (perempuan yatim).” (An-Nisa`: 127)
Salah seorang dari kalian (yang menjadi wali/pengasuh perempuan yatim) tidak suka menikahi perempuan yatim tersebut karena si perempuan tidak cantik dan hartanya sedikit. Maka mereka (para wali) dilarang menikahi perempuan-perempuan yatim yang mereka sukai harta dan kecantikannya kecuali bila mereka mau berbuat adil (dalam masalah mahar, pent.). Karena keadaan jadi terbalik bila si yatim sedikit hartanya dan tidak cantik, walinya enggan/tidak ingin menikahinya.” (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 4574 dan Muslim no. 7444)
Masih dalam hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha tentang firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَيَسْتَفْتُونَكَ فِي النِّسَاءِ قُلِ اللهُ يُفْتِيكُمْ فِيهِنَّ وَمَا يُتْلَى عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ فِي يَتَامَى النِّسَاءِ اللاَّتِي لاَ تُؤْتُونَهُنَّ مَا كُتِبَ لَهُنَّ وَتَرْغَبُونَ أَنْ تَنْكِحُوهُنَّ
Dan mereka meminta fatwa kepadamu tentang wanita. Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepada kalian tentang mereka dan apa yang dibacakan kepada kalian dalam Al-Qur`an tentang para wanita yatim yang kalian tidak memberi mereka apa yang ditetapkan untuk mereka sementara kalian ingin menikahi mereka.” (An-Nisa`: 127)
Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:
أُنْزِلَتْ فِي الْيَتِيْمَةِ، تَكُوْنُ عِنْدَ الرَّجُلِ فَتَشْرِكُهُ فِي مَالِهِ، فَيَرْغَبُ عَنْهَا أَنْ يَتَزَوَّجَهَا وَيَكْرَهُ أَنْ يُزَوِّجَهَا غَيْرَهُ، فَيَشْرَكُهُ فِي ماَلِهِ، فَيَعْضِلُهَا، فَلاَ يَتَزَوَّجُهَا وَيُزَوِّجُهَا غَيْرَهُ.
“Ayat ini turun tentang perempuan yatim yang berada dalam perwalian seorang lelaki, di mana si yatim turut berserikat dalam harta walinya. Si wali ini tidak suka menikahi si yatim dan juga tidak suka menikahkannya dengan lelaki yang lain, hingga suami si yatim kelak ikut berserikat dalam hartanya. Pada akhirnya, si wali menahan si yatim untuk menikah, ia tidak mau menikahinya dan enggan pula menikahkannya dengan lelaki selainnya.” (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 5131 dan Muslim no. 7447)
3. Cukup menikahi seorang wanita saja bila khawatir tidak dapat berlaku adil secara lahiriah.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
فَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ
“Kemudian jika kalian khawatir tidak dapat berlaku adil maka nikahilah seorang wanita saja atau budak-budak perempuan yang kalian miliki.” (An-Nisa`: 3)
Yang dimaksud dengan adil di sini adalah dalam perkara lahiriah seperti adil dalam pemberian nafkah, tempat tinggal, dan giliran. Adapun dalam perkara batin seperti rasa cinta dan kecenderungan hati tidaklah dituntut untuk adil, karena hal ini di luar kesanggupan seorang hamba. Dalam Al-Qur`anul Karim dinyatakan:
وَلَنْ تَسْتَطِيعُوا أَنْ تَعْدِلُوا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ فَلاَ تَمِيلُوا كُلَّ الْمَيْلِ فَتَذَرُوهَا كَالْمُعَلَّقَةِ
“Dan kalian sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri kalian, walaupun kalian sangat ingin berbuat demikian. Karena itu janganlah kalian terlalu cenderung kepada istri yang kalian cintai sehingga kalian biarkan yang lain telantar.” (An-Nisa`: 129)
Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan ketika menafsirkan ayat di atas, “Maksudnya, kalian wahai manusia, tidak akan mampu berlaku sama di antara istri-istri kalian dari segala sisi. Karena walaupun bisa terjadi pembagian giliran malam per malam, namun mesti ada perbedaan dalam hal cinta, syahwat, dan jima’. Sebagaimana hal ini dikatakan oleh Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ‘Abidah As-Salmani, Mujahid, Al-Hasan Al-Bashri, dan Adh-Dhahhak bin Muzahim rahimahumullah.”
Setelah menyebutkan sejumlah kalimat, Ibnu Katsir rahimahullah melanjutkan pada tafsir ayat: فَلاَ تَمِيلُوا كُلَّ الْمَيْلِ maksudnya apabila kalian cenderung kepada salah seorang dari istri kalian, janganlah kalian berlebih-lebihan dengan cenderung secara total padanya, فَتَذَرُوهَا كَالْمُعَلَّقَةِ “sehingga kalian biarkan yang lain telantar.” Maksudnya istri yang lain menjadi terkatung-katung. Kata Ibnu ‘Abbas, Mujahid, Sa’id bin Jubair, Al-Hasan, Adh Dhahhak, Ar-Rabi` bin Anas, As-Suddi, dan Muqatil bin Hayyan, “Makna كَالْمُعَلَّقَةِ, seperti tidak punya suami dan tidak pula ditalak.” (Tafsir Al-Qur`anil Azhim, 2/317)
Bila seorang lelaki khawatir tidak dapat berlaku adil dalam berpoligami, maka dituntunkan kepadanya untuk hanya menikahi satu wanita. Dan ini termasuk pemuliaan pada wanita di mana pemenuhan haknya dan keadilan suami terhadapnya diperhatikan oleh Islam.
4. Hak memperoleh mahar dalam pernikahan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَءَاتُوا النِّسَاءَ صَدُقَاتِهِنَّ نِحْلَةً فَإِنْ طِبْنَ لَكُمْ عَنْ شَيْءٍ مِنْهُ نَفْسًا فَكُلُوهُ هَنِيئًا مَرِيئًا
“Berikanlah mahar kepada wanita-wanita yang kalian nikahi sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kalian sebagian dari mahar tersebut dengan senang hati maka makanlah (ambillah) pemberian itu sebagai makanan yang sedap lagi baik akibatnya.” (An-Nisa`: 4)
5. Wanita diberikan bagian dari harta warisan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَاْلأَقْرَبُونَ وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَاْلأَقْرَبُونَ مِمَّا قَلَّ مِنْهُ أَوْ كَثُرَ نَصِيبًا مَفْرُوضًا
“Bagi laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ayah-ibu dan kerabatnya, dan bagi wanita ada hak bagian dari harta peninggalan ayah-ibu dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bagian yang telah ditetapkan.” (An-Nisa`: 7)
Sementara di zaman jahiliah, yang mendapatkan warisan hanya lelaki, sementara wanita tidak mendapatkan bagian. Malah wanita teranggap bagian dari barang yang diwarisi, sebagaimana dalam ayat:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لاَ يَحِلُّ لَكُمْ أَنْ تَرِثُوا النِّسَاءَ كَرْهًا
“Wahai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kalian mewarisi wanita dengan jalan paksa.” (An-Nisa`: 19)
Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma menyebutkan, “Dulunya bila seorang lelaki di kalangan mereka meninggal, maka para ahli warisnya berhak mewarisi istrinya. Jika sebagian ahli waris itu mau, ia nikahi wanita tersebut dan kalau mereka mau, mereka nikahkan dengan lelaki lain. Kalau mau juga, mereka tidak menikahkannya dengan siapa pun dan mereka lebih berhak terhadap si wanita daripada keluarga wanita itu sendiri. Maka turunlah ayat ini dalam permasalahan tersebut.” (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam Shahih-nya no. 4579)
Maksud dari ayat ini, kata Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullah, adalah untuk menghilangkan apa yang dulunya biasa dilakukan orang-orang jahiliah dari mereka dan agar wanita tidak dijadikan seperti harta yang diwariskan sebagaimana diwarisinya harta benda. (Al-Jami’ li Ahkamil Qur`an, 5/63)
Bila ada yang mempermasalahkan, kenapa wanita hanya mendapatkan separuh dari bagian laki-laki seperti tersebut dalam ayat:
يُوصِيكُمُ اللهُ فِي أَوْلادِكُمْ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ اْلأُنْثَيَيْنِ
“Allah mewasiatkan kepada kalian tentang pembagian warisan untuk anak-anak kalian, yaitu bagian seorang anak lelaki sama dengan bagian dua orang anak perempuan….” (An-Nisa`: 11)
Maka dijawab, inilah keadilan yang sesungguhnya. Laki-laki mendapatkan bagian yang lebih besar daripada wanita karena laki-laki butuh bekal yang lebih guna memberikan nafkah kepada orang yang di bawah tanggungannya. Laki-laki banyak mendapatkan beban. Ia yang memberikan mahar dalam pernikahan dan ia yang harus mencari penghidupan/penghasilan, sehingga pantas sekali bila ia mendapatkan dua kali lipat daripada bagian wanita. (Tafsir Al-Qur`anil ‘Azhim, 2/160)
6. Suami diperintah untuk berlaku baik pada istrinya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ
“Dan bergaullah kalian (para suami) dengan mereka (para istri) secara patut.” (An-Nisa`: 19)
Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah ketika menafsirkan ayat di atas menyatakan: “Yakni perindah ucapan kalian terhadap mereka (para istri) dan perbagus perbuatan serta penampilan kalian sesuai kemampuan. Sebagaimana engkau menyukai bila ia (istri) berbuat demikian, maka engkau (semestinya) juga berbuat yang sama. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam hal ini:
وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ
“Dan para istri memiliki hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf.” (Al-Baqarah: 228)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri telah bersabda:
خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ، وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِيْ
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarga (istri)nya. Dan aku adalah orang yang paling baik di antara kalian terhadap keluarga (istri)ku.”2 (Tafsir Al-Qur`anil ‘Azhim, 2/173)
7. Suami tidak boleh membenci istrinya dan tetap harus berlaku baik terhadap istrinya walaupun dalam keadaan tidak menyukainya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا
“Kemudian bila kalian tidak menyukai mereka maka bersabarlah karena mungkin kalian tidak menyukai sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (An-Nisa`: 19)
Dalam tafsir Al-Jami’ li Ahkamil Qur`an (5/65), Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullah berkata: “Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ (“Kemudian bila kalian tidak menyukai mereka”), dikarenakan parasnya yang buruk atau perangainya yang jelek, bukan karena si istri berbuat keji dan nusyuz, maka disenangi (dianjurkan) (bagi si suami) untuk bersabar menanggung kekurangan tersebut. Mudah-mudahan hal itu mendatangkan rizki berupa anak-anak yang shalih yang diperoleh dari istri tersebut.”
Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah berkata: “Yakni mudah-mudahan kesabaran kalian dengan tetap menahan mereka (para istri dalam ikatan pernikahan), sementara kalian tidak menyukai mereka, akan menjadi kebaikan yang banyak bagi kalian di dunia dan di akhirat. Sebagaimana perkataan Ibnu ‘Abbasradhiyallahu ‘anhuma tentang ayat ini: ‘Si suami mengasihani (menaruh iba) istri (yang tidak disukainya) hingga Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan rizki kepadanya berupa anak dari istri tersebut dan pada anak itu ada kebaikan yang banyak’.” (Tafsir Ibnu Katsir, 2/173)
Dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu disebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لاَ يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ
“Janganlah seorang mukmin membenci seorang mukminah, jika ia tidak suka satu tabiat/perangainya maka (bisa jadi) ia ridha (senang) dengan tabiat/perangainya yang lain.” (HR. Muslim no. 1469)
Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata: “Hadits ini menunjukkan larangan (untuk membenci), yakni sepantasnya seorang suami tidak membenci istrinya. Karena bila ia menemukan pada istrinya satu perangai yang tidak ia sukai, namun di sisi lain ia bisa dapatkan perangai yang disenanginya pada si istri. Misalnya istrinya tidak baik perilakunya, tetapi ia seorang yang beragama, atau berparas cantik, atau menjaga kehormatan diri, atau bersikap lemah lembut dan halus padanya, atau yang semisalnya.” (Al-Minhaj, 10/58)
8. Bila seorang suami bercerai dengan istrinya, ia tidak boleh meminta kembali mahar yang pernah diberikannya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَإِنْ أَرَدْتُمُ اسْتِبْدَالَ زَوْجٍ مَكَانَ زَوْجٍ وَءَاتَيْتُمْ إِحْدَاهُنَّ قِنْطَارًا فَلاَ تَأْخُذُوا مِنْهُ شَيْئًا أَتَأْخُذُونَهُ بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا. وَكَيْفَ تَأْخُذُونَهُ وَقَدْ أَفْضَى بَعْضُكُمْ إِلَى بَعْضٍ وَأَخَذْنَ مِنْكُمْ مِيثَاقًا غَلِيظًا
“Dan jika kalian ingin mengganti istri kalian dengan istri yang lain sedang kalian telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, maka janganlah kalian mengambil kembali sedikitpun dari harta tersebut. Apakah kalian akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan menanggung dosa yang nyata? Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu telah bergaul (bercampur) dengan yang lain sebagai suami-isteri. Dan mereka (isteri-isterimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat.” (An-Nisa`: 20-21)
9. Termasuk pemuliaan terhadap wanita adalah diharamkan bagi mahram si wanita karena nasab ataupun karena penyusuan untuk menikahinya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ وَخَالاَتُكُمْ وَبَنَاتُ اْلأَخِ وَبَنَاتُ اْلأُخْتِ وَأُمَّهَاتُكُمُ اللاَّتِي أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ مِنَ الرَّضَاعَةِ وَأُمَّهَاتُ نِسَائِكُمْ وَرَبَائِبُكُمُ اللاَّتِي فِي حُجُورِكُمْ مِنْ نِسَائِكُمُ اللاَّتِي دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَإِنْ لَمْ تَكُونُوا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ وَحَلاَئِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِينَ مِنْ أَصْلاَبِكُمْ
“Diharamkan atas kalian menikahi ibu-ibu kalian, putri-putri kalian, saudara-saudara perempuan kalian, ‘ammah kalian (bibi/ saudara perempuan ayah), khalah kalian (bibi/ saudara perempuan ibu), putri-putri dari saudara laki-laki kalian (keponakan perempuan), putri-putri dari saudara perempuan kalian, ibu-ibu susu kalian, saudara-saudara perempuan kalian sepersusuan, ibu mertua kalian, putri-putri dari istri kalian yang berada dalam pemeliharaan kalian dari istri yang telah kalian campuri. Tetapi jika kalian belum mencampuri istri tersebut (dan sudah berpisah dengan kalian) maka tidak berdosa kalian menikahi putrinya. Diharamkan pula bagi kalian menikahi istri-istri anak kandung kalian (menantu)…” (An-Nisa`: 23)
Diharamkannya wanita-wanita yang disebutkan dalam ayat di atas untuk dinikahi oleh lelaki yang merupakan mahramnya, tentu memiliki hikmah yang agung, tujuan yang tinggi yang sesuai dengan fithrah insaniah. (Takrimul Mar`ah fil Islam, Asy-Syaikh Muhammad Jamil Zainu, hal. 16)
Di akhir ayat di atas, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَأَنْ تَجْمَعُوا بَيْنَ اْلأُخْتَيْنِ إِلاَّ مَا قَدْ سَلَفَ إِنَّ اللهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا
“(Diharamkan atas kalian) menghimpunkan dalam pernikahan dua wanita yang bersaudara, kecuali apa yang telah terjadi di masa lampau. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (An-Nisa`: 23)
Ayat di atas menetapkan bahwa seorang lelaki tidak boleh mengumpulkan dua wanita yang bersaudara dalam ikatan pernikahan karena hal ini jelas akan mengakibatkan permusuhan dan pecahnya hubungan di antara keduanya. (Takrimul Mar`ah fil Islam, Muhammad Jamil Zainu, hal. 16)
Demikian beberapa ayat dalam surah An-Nisa` yang menyinggung tentang wanita. Apa yang kami sebutkan di atas bukanlah membatasi, namun karena tidak cukupnya ruang, sementara hanya demikian yang dapat kami persembahkan untuk pembaca yang mulia. Allah Subhanahu wa Ta’ala-lah yang memberi taufik.
Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.
Footnote:
1 Karena ibu ‘Urwah, Asma` bintu Abi Bakr radhiyallahu ‘anhuma adalah saudara perempuan Aisyah radhiyallahu ‘anha.
2 HR. At-Tirmidzi, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah.

Faham?

Sudah jelas terang nyata mulianya Wanita dalam ajaran Islam. Jadi, janganlah dipersoal dek kerana kebodohan kita sendiri untuk mencari lebih ilmu.

Wallahua'lam.

20 April 2017

Short Gateway


Assalamualaikum...

Cuti sekolah..tapi mak pak tak cuti..dan pulak Imani sepatutnya ada rombongan yang tak boleh pergi (hagak2lah nak bagi pergi sebab rombongan tu melawat area Kuala Lumpur sahaja.. haha).

Sudahnya, pada hari kejadian i.e. cuti sekolah .. mula lah bebudak nie jadi hiperaktif dan serabut. Asal balik keje je nampak muka setongkol macam nak makan orang tunggu depan pagar. Asal terlanggar sket adik beradik, bergaduh satu taman boleh dengar suara.

Sampailah akhir cuti sekolah, tetiba bangun subuh Hasif suruh kemas barang, siap2kan ajak lepak hotel. Jangan fikir apa2, dia dah sediakan. Woweeeeeeee.10 tahun kahwin, baru inilah Hasif buat surprise untuk gateway. Hahahahah...selalu isteri dia yang kiasu plan.

Jadi...akhirnya...di sinilah kita. Hotel memang nampak bumbung rumah, tapi seriously bilik best tak hengat (suite hokei ... kagum.. memang bagus taste Hasif).



Muka tensen memasing .. baru bangun tidur

Mudah kan jadi kanak2. Senang dihiburkan. Nampak kolam dah happy.

Nampak kolam je happy...inilah definisi mandi kolam anak2 laki Hasif. Duduk tepi kolam. Memasing trauma air. Imani je yang relax.

Malam...bawak pusing2 shopping complex yang ada. Sebab malas nak bawak kereta..memang sepanjang malam guna pakcik Uber

Hasil pack baju sendiri..Imani pakai baju tidur dalam Star Hill.

Going back home!!!! Thank you babah








18 April 2017

IIUM Robotic Competition 2017

Assalamualaikum...

Hari ni jadual sangat penuh. Sekolah Imani je terlibat dengan 6 aktiviti besar, dan salah satu Kem Ibadah yang Imani ikut.

Habis je kem, ambil Imani dan gerak ke IIUM. Nak tengok Abg Wafeeq wakil MRSM Bentong untuk pertandingan Robotic. Tahun ni dah masuk tahun kedua Wafeeq jadi wakil maktab. Alhamdulillah. 


Tapi sebab kem Imani pun habis lambat, dan jalan macam tak hengat jem dia, jadi kitorang pun terlepas game yang Wafeeq masuk. Jadi alang2 dah lambat, singgah beli lunch, pack siap2 dan menuju ke IIUM.

CIC - tempat konvo dulu. Atasa pentas ni la terima scroll. Dah lepas 14 tahun pulang kembali.

Mak Uda jadi jakun. 1st time tengok abis semua belek dan ambil video. Papan markah dia macam ni, ikut sekolah, ikut pertandingan apa dan sistem kalah mati.

Salah satu game yang dipertandingkan. Robot tu kena tere sensor, untuk budget masa dan jalan melalui selekoh yang  pelbagai.

Ini Trust Line namanya. Robot tu kena gerak sendiri ikut line itam sampai tamat.

Ini team fight pekebenda ntah, robot kena jalan dan ambil botol2 yang ada nombor di atas, akan ada team lain tunggu kat sebelah dan susun nombor-nombor tu ikut frasa matematik.

Wafeeq dan Haqeem. Bega robot nak cuba bawak handphone plak. Kesian Wafeeq rambut tobek, baru kena potong dengan Warden. Hahahahahha.

Ini antara robot MRSM Bentong. Setiap satu harga RM4k at least. *Gulp*

Erm...aktiviti biasa la kitorang. Kengkunun datang nak bagi support, banyak nyer makan je. sebenarnya.
Tapi jujur, baguslah pertandingan ni dan sangat2 kagum dengan kepandaian budak2 ni. Dari lego, jadikan robot, set guna laptop sync je. Pergh, hebat2. Menganga gak tengok tadi.


Dan nampak juga beza anak2 kita. Ada yang fokus betul2 pada pertandingan. Ramai yang kebanyakkan guna lego khas. Ada pula yang memang buat dari benda asas contoh kertas, cermin, kaca..semua buat sendiri. Dan daripada fokus nak bagi jalan macam orang2 lain, anak2 ni lebih fokus macam mana nak selesaikan masalah tak lompat lebih jauh atau nak jadikan ronot dorang lebih tahan lama. Lain kan.

Itu tak tengok mak pak lagik.

Saja dari depan kitorang perati je gelagat mak bapak ni. Ada yang cool je, biar anak buat dan support dari belakang. Ada yang dia pulak yang buat, siap marah anak sebab tak ikut plan mak pak tadi. Cool dude, what is your main objectives actually? Robotic ni bukan nak bagi anak2 teknikal strong dan daya penyelesaian masalah tinggi ke? Kalau dah semua benda korang buat, apa yang tinggal dekat anak2. Chill please.

Itu je la kot. Yang pasti, Alhamdulillah zaman2 dulu tak de bende2 ni. Kalau tak memang akan  jadi orang paling ngoks la sebab susah gile nak buat tadi.

Haha. Ok Bye. Jumpa lagi.

16 April 2017

Farewell Message

Assalamualaikum...

Tengah-tengah draf mesej selamat tinggal untuk team, termasuk la 1 website yang agak cun and simple bahasa dia. Sesuai untuk orang yang malas nak fikir panjang-panjang.

Contoh (1) - kalau nak bagi pada member ofis BAIK.


Hello All,
I want to bid farewell to you all and inform you that I am leaving my position at []. Tomorrow is my last day at work.
I have enjoyed working for this company and I appreciate having had this wonderful opportunity to work with you all.
During these last two years you all have provided me support and through your encouragement and guidance I have been able to excel at the projects offered to me. With many of you, I have shared a unique camaraderie which I hope will continue in the years to come even though I shall not be here with the company. 
I now look forward to this new position that brings forth new challenges and adds more diverse experience to my career.
I do wish you and the company every success in all its future endeavors.
You can be in touch with me by
Email – ABC@gmail.com
Or call me at (123 456 7890)
Also, I would like to add you to my LinkedIn profile, if you would as well, please do accept the invitation. I shall be sending you requests to join my LinkedIn network soon.
With best regards,
[ ]

Contoh (2) - kalau nak bagi pada bos BAIK.


Hi XX,
As I informed you in our meeting last week, my last working day at ABC is next Friday, Sept. 29th. I want to take a few minutes today to convey my thoughts in being part of your team for the last 2 years.
I have been extremely satisfied with my work at ABC, working under your guidance has been a learning and an enjoyable experience. I thank you for your support and encouragement during these two years.
However, I feel that it is time for me to move on to new opportunities. This decision was not an easy one and it took a lot of consideration. I think this decision is in the best interests towards fulfilling my career goals. I want to do my best in completing my existing responsibilities and then ensuring a smooth transition.
Also, I would like to thank you again, Amy, Andrew, and all others for the help and guidance during all these years of my employment, and would like to extend my best wishes to the entire group.
My personal contacts are: 
Email (xyz@yahoo.com
Contact phone number (123 456 7890). 
Please feel free to contact me even later on in case you need help with the transition of my responsibilties to another employee.
Sincerely, 
[ ]

Yang ini paling WIN. 
Contoh (3) - kalau nak bagi pada bos atau team yang KURANG BAIK.

Dear Co-Workers and Managers,
As many of you probably know, today is my last day. But before I leave, I wanted to take this opportunity to let you know what a great and distinct pleasure it has been to type “Today is my last day.”
For nearly as long as I’ve worked here, I’ve hoped that I might one day leave this company. And now that this dream has become a reality, please know that I could not have reached this goal without your unending lack of support. Words cannot express my gratitude for the words of gratitude you did not express.
I would especially like to thank all of my managers both past and present but with the exception of the wonderful Mr. ABC: in an age where miscommunication is all too common, you consistently impressed and inspired me with the sheer magnitude of your misinformation, ignorance and intolerance for true talent. It takes a strong man to admit his mistake – it takes a stronger man to attribute his mistake to me.
Over the past seven years, you have taught me more than I could ever ask for and, in most cases, ever did ask for. I have been fortunate enough to work with some absolutely interchangeable supervisors on a wide variety of seemingly identical projects – an invaluable lesson in overcoming daily tedium in overcoming daily tedium in overcoming daily tedium.
And to most of my peers: even though we barely acknowledged each other within these office walls, I hope that in the future, should we pass on the street, you will regard me the same way as I regard you: sans eye contact.
But to those few souls with whom I’ve actually interacted, here are my personalized notes of farewell:
To [ ], I will not miss hearing you cry over absolutely nothing while laying blame on me and my coworkers. Your racial comments about [ ] were truly offensive and I hope that one day you might gain the strength to apologize to him.
To [ ] whom is long gone, I hope you find a manager that treats you as poorly as you have treated us. I worked harder for you then any manager in my career and I regret every ounce of it. Watching you take credit for my work was truly demoralizing.
To [ ], you should learn how to keep your mouth shut sweet heart. Bad mouthing the innocent is a negative thing, especially when you’re talking about someone who knows your disgusting secrets.
To [ ], well, I wish you had more of a back bone. You threw me to the wolves with that witch B and I learned all too much from it. I still can’t believe that after following your instructions, I ended up getting written up, wow. Thanks for the experience buddy, lesson learned.
[ ], I’m happy that you were let go in the same manner that you have handed down to my dedicated coworkers. Hearing you on the phone last year brag about how great bonuses were going to be for you fellas in upper management because all of the lay offs made me nearly vomit. I never expected to see management benefit financially from the suffering of scores of people but then again, with this company’s rooted history in the slave trade it only makes sense.
To all of the executives of this company, [ ] and such. Despite working through countless managers that practiced unethical behavior, racism, sexism, jealousy and cronyism, I have benefited tremendously by working here and I truly thank you for that. There was once a time where hard work was rewarded and acknowledged, it’s a pity that all of our positive output now falls on deaf ears and passes blind eyes. My advice for you is to place yourself closer to the pulse of this company and enjoy the effort and dedication of us “faceless little people” more. There are many great people that are being over worked and mistreated but yet are still loyal not to those who abuse them but to the greater mission of providing excellent customer support. Find them and embrace them as they will help battle the cancerous plague that is ravishing the moral of this company.
So, in parting, if I could pass on any word of advice to the lower salary recipient (“because it’s good for the company”) in India or Tampa who will soon be filling my position, it would be to cherish this experience because a job opportunity like this comes along only once in a lifetime.
Meaning: if I had to work here again in this lifetime, I would sooner kill myself.
To those who I have held a great relationship with, I will miss being your co-worker and will cherish our history together.
Please don’t bother responding as at this very moment I am most likely in my car doing 85 with the windows down.
One!
Your demands were high and your patience short, but I take great solace knowing that my work was, as stated on my annual review, “meets expectation.” That is the type of praise that sends a man home happy after a 10 hour day, smiling his way through half a bottle of meets-expectation-scotch with a meets-expectation-cigar. Thanks [ ]!

----
Tahap semput dah gelak bila baca contoh yang terakhir ni. Serious sarcasm tahap dewa.

Selamat lah mencuba (jika perlu sahaja).

Link: Careerbright.com


14 April 2017

INFO : Kanser Payudara - Tanda - Tanda & Cara Pemeriksaan

Assalamualaikum..

Sambungan dari entri INFO sebelum ini, masih mengenai Kanser Payudara. Kali ini berkaitan Tanda - Tanda dan Bagaimana Untuk Membuat Pemeriksaan sendiri.

TANDA - TANDA


1. Apakah tanda-tanda awal KPD?


Tanda paling kerap adalah benjol atau penebalan tisu payudara. Tanda-tanda lain adalah perubahan pada saiz atau bentuk payudara, lelehan dari puting atau perubahan pada warna dan rupa kulit payudara. Kadang kala, tidak ada sebarang tanda sehinggalah KPD telah merebak. Sebab itulah mamogram adalah penting.


2. Jika saya mengalami sakit payudara, adakah saya mempunyai KPD?

Anda tidak perlu bimbang jika satu-satunya gejala yang anda alami adalah kesakitan. Peringkat awal KPD tidak menyebabkan kesakitan. Lagipun, peringkat awal KPD mungkin tidak menunjukkan apa-apa tanda langsung. Jika anda masih bimbang, sila berjumpa dengan doktor untuk penjelasan lanjut.


3. Apa berlaku jika benjol dikesan pada payudara?

Doktor akan menggunakan suatu jarum untuk mengeluarkan cairan atau sedikit tisu dari benjol tersebut.Ini akan menunjukkan sama ada benjol tersebut adalah sist berisi cecair (bukan kanser) atau ketulan (kanser/bukan kanser). Doktor juga melakukan biopsi di mana sebahagian atau keseluruhan benjol dikeluarkan dan dihantar ke makmal patologi untuk dipastikan sama ada ianya kanser atau bukan kanser. Pemeriksaan ultrasound kadang-kadang digunakan untuk mengenalpasti jenis (sama ada solid atau cystic) dan bilangan benjolan yang ada.


4. Adakah lelehan dari puting suatu petanda KPD?

Lelehan bercampur darah atau lelehan sebelah sahaja adalah tidak normal dan memerlukan pemeriksaan doktor dengan segera. Pendek kata, sebarang lelehan puting yang membimbangkan perlu dilaporkan kepada doktor anda untuk pemeriksaan lanjut.

PERIKSA SENDIRI


1. Berapa kerapkah perlu saya lakukan pemeriksaan sendiri payudara (PSP)?

Lakukan PSP sekali setiap bulan bermula dari umur 18 tahun. Perhatikan jika ada apa- apa perubahan pada tisu payudara seperti perubahan pada saiz, benjolan, kulit berkedut atau lelehan dari puting. 8 daripada 10 benjolan adalah bukan kanser.


2. Bagaimanakah KPD dikesan?

Untuk wanita berusia kurang dari 40 tahun, melalui PSP dan pemeriksaan doktor. Untuk wanita berumur lebih dari 40 tahun, cara yang paling berkesan adalah mamogram. Namun ianya hanya dapat mengesan 80-90% KPD pada peringkat awal. Walaubagaimanapun, doktor perlu juga melakukan pemeriksaan klinikal dan anda perlu melakukan PSP setiap bulan untuk mengesan sebarang perubahan. Tiada satu kaedah yang 100% berkesan.


3. Saya mempunyai suatu benjolan pada payudara saya. Mungkinkah ini KPD?

8 daripada 10 benjolan yang dikesan pada payudara adalah bukan kanser. Ia mungkin gumpalan kelenjar payudara normal atau hyperactive atau sist berisi cecair. Sekiranya anda merasai benjolan dan bimbang ianya KPD, jangan teragak-agak untuk berjumpa dengan doktor untuk mendapatkan penjelasan. Setiap wanita perlu mengenali payudaranya dengan terperinci dan satu-satunya cara adalah dengan melakukan PSP setiap bulan. Melalui PSP, anda akan mengetahui tekstur payudara. Setiap individu mempunyai tekstur yang tersendiri. Sekiranya anda mendapati terdapat kelainan pada tekstur, segeralah berjumpa dengan doktor.


4. Saya mempunyai masalah ‘Fibrocystic Breast Disease’. Bagaimanakah patut saya lakukan PSP sedangkan payudara saya agak berbenjol-benjol? 

Mintalah khidmat nasihat daripada doktor anda untuk mengajar anda PSP. Lakukan PSP sekali sebulan selepas haid bilamana payudara anda paling tidak bengkak dan sakit. Lama-kelamaan anda akan mula ‘mengenali’ payudara anda dan dapat mengesan sebarang perubahan pada payudara anda dengan mudah.



Sumber : LPPKN

Tengok Dinasour (Lagi)

Assalamualaikum.. Perancang majlis sekarang ni memang lagi hebat, siap ke sekolah bagi flyers bagai, dah plak dapat ke budak2 , memangla...