14 October 2013

INFO : 7 Tips to Organize Your Event - Grand within Budget

Assalamualaikum...


I am currently planning my department's family day. I lost count numbers of event we had successfully organized before, and this should be my final and last (I hope). For some, planning an event is a no brainy skills. Everyone can do it. 

(Smiling sarcastically) I will say yes, everyone can plan an event, but only few can have it organize within / below the budget and most important is, the impact its given to the participants.

To share all 7 tips, I need a day or two to write, unfortunately, I have a class to attend to. And am not sure whether this is an interesting tips to share with. 

So, if you my dear reader think its a topic worth to share with, please let me know.

In private (as most of you apparently like to do) or just share your comments here.

Lets ballot.


13 October 2013

INFO : How To Plan Your Aim

Assalamualaikum....

I got a valuable opportunity to share my knowledge on Financial Planning to a group of Master Students. Thank you Dr Shifa for inviting.

I've tried to relates the theoretical part of the topic (which has been deliberated in length by most of published writer) , Allah knows how difficult it was since theory and actual reality is like mixing an oil in a water. Or it differs like day and night.

And to top it up, it is more difficult when most of the audience have no visual of what actual they wish to achieve, they do have in vague what they suppose to have (which in general what everyone else with normal thinking also aims to).

My top of the world first advice, do have it in visual what you plan to achieve. Draw a lifeline perhaps, and actual target based on each year. In between, is your strategic plan. For an example, if your plan is to fully pay your car loan in 5 years time, have it drawn on a piece of paper. Then your strategy plan will be the options that you have to choose. You can either get extra money by doing 2nd job, or restructure your loan by consolidating your liabilities or target how much you need to save from your current earning without doing 2nd job.

Why visual? FYI, our mind has been beautifully structured in a way it memorize pictures and colors better. And if you put up the drawing at place where you can always see it, your inner memory will captured the objective and it will be indirectly communicated to your body. Always remember, our actions are fused by what we believe and what our memory told us to.

Have it simple first. Try and see the result.


12 October 2013

Apabila Si Kecil Bersuara

Assalamualaikum...


Malam tadi sampai lewat sedikit, kerana kerja. Tercegat di pintu hampir 20 minit, gara-gara si kakak sorokkan kunci rumah. Saya ada 3 pilihan :

1 - Marah, naik suara, ugut pelbagai perkara
2 - Cakap elok - elok, pujuk dan janjikan barang2 baru
3 - Minta maaf sekali dan tunggu 

Dikira penat dan lapar, pilihan no.1 lebih menarik.Kesannya, anak akan menangis, simpan dalam hati dan akan protes lebih lama. 

Fikir nak mudah, pilihan no. 2. Kesannya, anak akan dapat barangan yang tidak sepatutnya dan mudah untuk meminta tanpa perlu berusaha.

Pilihan saya no.3. Sebab memang salah saya balik lambat. Seharusnya selepas jam 5pm tanggungjawab saya adalah pada anak-anak dan keluarga. Tak perlu untuk rasional pada waktu ini sebab hati kakak masih membara. 

Betul, si kakak sendiri hairan tengok saya duduk tunggu sahaja. Akhirnya, dia sendiri yang bagi kunci. Masuk rumah, saya tegur seperti biasa, makan dan mandi.

Sebelum tidur, selepas bacakan buku cerita, baru saya bersuara. Hanya berdua dengan kakak. Saya tanya kenapa dan biar kakak yang bersuara dahulu. Kemudian, saya kongsi kenapa saya lambat. Saya kongsi kenapa saya terpaksa pilih selesaikan kerja dahulu (ini sangat susah sebab maksudnya saya pilih kerja lebih utama dari anak) dan saya kongsi apa yang mungkin saya boleh perbaiki.

Kaedah ini nampak panjang, tapi bagus. Jangan ambil mudah pendapat anak-anak. Jangan anggap anak masih kecil jadi tidak perlukan suara mereka didengari. Yang penting, jangan sesekali ada rasa kita adalah ibubapa, jadi kita sentiasa betul.

Alhamdulillah, selama kami praktiskan kaedah ini, saya dan suami nampak kakak lebih matang dan berani bersuara. Umur mungkin 5 tahun, tapi sudah boleh beri pendapat mana yang baik dan tidak.

Selepas ini, mungkin saya kongsi bagaimana beri peluang anak untuk membuat pilihan dan terima kesan dari pilihan tersebut.




8 October 2013

LRT Manners!!! (2)

Assalamualaikum..

Those knowing me, will know that whenever I use the LRT , there will always be an 'accident' happens. 

Say...a drinks 'accidently' fall on the lap or a sling bag 'accidently' hit a face or a bagpack 'accidently' smack a body. Well, its an accident, so please don't blame me :).

Frankly .. those incidents won't happen if we as Malaysian and whoever you are residing here in Malaysia respects the rule. When its says priority seating for bla bla bla..it means give the priority to those person. I really hate the eyes-avoiding-contact-tactic or suddenly-i-fall-on sleep-in my seat or worst ohhhh!!!-i-have-this-limited-vision-so-I-could-not-see-that-you-are-in-need.

Please....please.....please....

If I need to refresh your knowledge, the red seating or priority seating refers to:

1) Old folks
2) Pregnant Ladies
3) Parents with Kids
4) Disable Person

You can make the change by initiating the action. Or by telling those who are still in ignorant mode. Remember, any deeds will have its payback, being good or bad, its just the matter of now or later.

So...let's create the culture.

6 October 2013

To prioritize

Assalamualaikum..

Over a tea break (@ 10 minutes gossiping session ), this person shared;

In life, there are lots of expectations, and things that we have to consider. A failure in one will leave a mark to others. How to have a harmonious life? How to have a piece of mind? How to prioritize? 

My practice is easy (yet to perfection,  am still improving), in order to obtain barakah in lifekeep hold to these 3 pillars:

          1. Solat (ultimately a submission to Allah s.w.t and His messenger)
            2. Respect your parents (for a married man) and Husband (for a married woman)
          3. Sadaqah

Let's try.

4 October 2013

3 Sebab

Assalamualaikum

Betul-betul hebat kuasa alam maya ini. Saya terima banyak soalan, kenapa sekarang? Tapi yang benar-benar buat saya terharu apabila seorang kawan yang sudah terpisah lebih 15 tahun dulu bertanya dengan sangat concern, adakah saya ada menghidap apa2 penyakit berbahaya sehingga 360 darjah mengubah prinsip saya. 

Rupanya ada mata yang memerhati dan mengambil berat dalam senyap. Terima kasih.

Cerita Saya

Saya bukan seorang yang bercita-cita tinggi. Cukup kalau ada ilmu dan kehidupan yang selesa mengikut benchmark saya. Jadi, apabila pada umur 20 tahun sudah mampu membeli saham,tahun berikutnya kereta (ini aturan yang salah, jangan ikut . Sila beli asset tetap seperti rumah atau tanah) dan akhirnya simpanan 5 angka sebelum pun diri sendiri habis belajar, saya rasa sudah cukup.

Kemudian bekerja dan berkahwin dan berkeluarga. Target terakhir untuk mencapai financial freedom sebelum umur 35 tahun juga sudah berjaya. Untuk orang lain, ini mungkin perkara biasa. Untuk seorang budak kampung, melayu, dan juga si bongsu yang dibesarkan oleh abang dan kakak2, ini my own personal achievement.

Saya boleh duduk diam2 dan enjoy kehidupan sederhana ini. Tapi saya memilih untuk keluar dari norma biasa. Kenapa?


Satu : 

Kerana ketika saya bersenang lenang, anak bangsa seagama saya masih ada yang hidup merempat, tercari-cari matlamat hidup dan tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Sedih melihat adik2 yang menjadi intern bagai beduk yang harus diketuk dahulu. Perlu ditunjuk berkali2, tidak ada inisiatif sendiri, diberi A ... berhenti di A juga. Takut memberi hasil A+. Ada juga yang lansung tidak boleh berkomunikasi. Ini adalah anak2 muda yang bakal memimpin. Mereka juga penentu untuk kehidupan anak2 saya nanti. Waktu bangsa lain sudah merancang meneroka angkasa lepas, anak bangsa saya masih fikir mahu makan di mana dengan duit yang ada.

Ya, saya tidak ada duit berjuta untuk diderma. Tapi mungkin dengan menulis saya boleh berkongsi sedikit ilmu. 

Mata sudah mengantuk. Kita sambung esok. In sha Allah..



Sambungan - 3 Sebab

Assalamualaikum..

Mari sambung cerita saya, mengapa dan kenapa perlu untuk menulis.

Dua : 

Sekarang ini, ramai yang cintakan ilmu dan perkongsian. Ramai juga yang sudi memberi pelbagai pendapat, adakalanya menyentuh bab2 yang diri bukan ahlinya. Kerana yang bercakap ini ada nama dan pengikut, ramai yang mudah percaya. Jika saya tahu ia salah dan berdiam diri, saya berdosa.

Alhamdulillah, sesungguhnya perancangan Allah itu lebih baik. Dia pinjamkan sekejap ibubapa saya, digantikan semula dengan ibubapa mertua, bukan sepasang, tetapi dua. Ibubapa suami saya dan pakcik makcik yang memang menjaga suami saya semasa kecil. Kedua-dua ini adalah ahli masyarakat, yang selalu menjadi tempat rujukan untuk ilmu agama dan juga ilmu hidup.


Setiap kali ada kemusykilan, saya akan bertanya pada suami, abah, mama, pakcik atau makcik. Selalu juga menjadi posmen bagi pihak kawan-kawan dan kenalan yang mengetahui. Memang saya sangat beruntung, saya ada tempat yang memang sahih ilmunya untuk dirujuk, tidak seperti yang lain mungkin terpaksa bergantung kepada Dr Google.com untuk mencari jawapan.



Tekad saya, saya akan kongsi walaupun perkara sebesar hama. Moga ia akan menjadi sedikit bekalan untuk saya di Akhirat nanti. In shaa Allah.



Tiga : 

Untuk anak - anak dan keluarga saya


Membahagi masa antara tanggungjawab sebagai isteri, anak, ibu, pekerja dan pelajar ; memang menduga. Adakala dalam mencari keseimbangan, ada yang jatuh tempat kedua dan ada hati yang terluka. 



Saya harap, dengan berkongsi, saya dapat zahirkan pada pembaca juga keluarga saya, kenapa saya memilih untuk membuat sesuatu perkara itu. Saya mahu anak-anak juga tahu, hidup bukan untuk keselesaan sendiri. Perlu ada ilmu, supaya boleh membuat keputusan lebih baik. Perlu ada duit supaya hidup tidak meminta-minta. Yang penting, perlu memberi semula kepada yang memerlukan, baru hidup itu ada erti dan memudahkan di Akhirat nanti.



Moga perkongsian ini berfaedah.

Jumpa lagi. :)

1 October 2013

Late boomers!!

Assalamualaikum...


For years, I have been reading and following blogs, wordpresses and pages, enjoying some, condemning few and benefiting from most. While I do respect the writer effort to post ( and share their part of life ) to others, the concept of allowing public a.k.a a stranger to your life is an alien term for me.

Yet here I am, writing this post.

I hope I can put the blame on the hormones. Or perhaps I should consider to pay my gyne a visit soon , probably this is part of mid-life crisis's symptom that they failed to register in their medical findings. Or I should consider an alternative medical approach, probably some alien has abducted me and live within me and control my old self without me realising it.

Till then, please wish me luck. Hope I can write again to share the WHY.

About Me

A wife, a mother of three and still surviving the corporate jungle. Wish I could give back to people, and put a mark or two in their life. Planning,negotiation and interpersonal skills are my expertise. Let's get connected.