4 November 2017

Pengguna Self Laundry Yang Setia

Assalamualaikum...

Satu hujung minggu yang sangat lemau. Gara-gara mesin basuh yang ada sebiji..tapi belum pasang lagi walaupun dah 2 minggu jadi tugu kat rumah.

Sekarang pula tengah Intensive Revision Class (IRC) dari rabu sampai khamis minggu depan. Sepatutnya hari ni kelas dari jam 9am sehingga 9pm nanti ( nampak tak jumlah waktu tu...serius la jadi zombi kampung pisang ) ... tapi tengah2 kelas tadi boleh pula teringat baju karate imani tak basuh lagi. Dah pakai hitam tak hengat tak tahu la dia berlatih dalam lumpur ke macam mana. Nak pulak malam ni ada latihan lagi. 

Makanya...lepas tea break tadi...sesuci jiwa...dengan niat anak lebih utama...bangunlah meninggalkan kelas..ambil uber dan balik rumah.

Sebab? Nak bawa baju basuh di kedai. Hahahaha....ponteng kelas untuk basuh baju. Memang cemerlang lah. 😢😢😢.

Dan sekarang.....berpunar biji mata melihat baju berpusing. Tapi tak tipu...seronok sebenarnya basuh baju ni. Destress kitorang rasa. Lebih tenang dari tengok harith dan hanif berperang kat umah. Hahahaha.

Mana Hasif? Bawa budak2 main indoor game di Berjaya Times Square. 

29 October 2017

Why I Chose Yes Academy for ACCA

Assalamualaikum..


I had F9 class today, with Oviyan from 9.30AM to 5.30PM. And after 5PM - all my senses shut off 😅😅😅. While my lecturer was still happily talking in front (and the class went off laughing histerically with his jokes) I can only capture the jokes. Not the lesson. 

And it was me for blaming. 100%. Not the lecturer please. So just to keeps me awake, I did the only thing we ALL will do. Facebook -ing (or tweeting, or Instagram-ing). 

So I did 1 post why I chose to continue my ACCA. And how I made the decision which college to enroll and why. In 3 hours - i received more than 35 FB messages asking about the college and some asked if there is any opening in PETRONAS (No. I am not from HR. I did not hiring anyone. Please log in to PETRONAS website for Career Opportunities). I seldom check my FB Message and my FB Lite has a limit of words. And I feels bad if I cant attend to your queries (been there dude, and still. The frustrations when you need to complete your ACCA - but you have only limited information on lecturers and colleges).

So decided - I have to write here. Here I can write in details the reasons. In my own personal capacity. No payment involved. Please also bear with me, am writing this via my OLD Samsung S4 (while playing Hot Wheels with my sons).

So..why YES?

1. Location - this academy is only a walking distance from my office and accessible with many options for public transports. LRT KLCC, LRT Ampang Park, MRT, Feeder Bus, Taxi, Grab, Uber.  And plenty of parking bays in the building should you plan to drive your own car.

2. Cheap - extremely cheap and the only Tuition Center that allows its students to pay in 3x installments. Do tell if there is any other tuition center who charge their students less than 1K for more than 25 normal classes and 5 days IRC? These excluding hours on Webinars and online sharing of questionnaires and tutorial videos. Based on my research as at 30 June 2017 - none. Only in YES Academy they will provide you this luxury.

3. Quality Learning Materials - I hope I can share the sample of their Learning Materials but it is Copyright to YES. The materials really focus on techniques how to attend the examination and exclude all the grandparents stories - normal case for textbook. So if you are busy (i bet most of us are) - the book is a miracle.

4. Credible Lecturers - well. It should goes without introduction. The lectures - they have had their scores of Prize Winners under their belt. Do check their website. Even without that being publicized, their passing rate is tremendous. And the lecturers are mostly world widely known - and they are the marker too (ehem).

And the last - but the most important for my key decision is -

I never met a Lecturer - who is very passionate, they do go beyond in their teaching. I first met Sivasathish in 2011 for my F8. He was then slimmer (and garang) with an attitude equivalent to any Partner in the Big 4 Audit Firm would posses (read: no one like them. Right? 😉).

But when he teaches, the sincerity surface and surpass all the sakit tangan having to write every single word he wrote on the whiteboard. He gave lectures, he attended to your messages, he answered your midnight queries, and definitely your last minute request for tips. And I remember, his SPOT Questions for F8, 95% really out in the exam. I once accused him of keeping a HANTU. or he himself the HANTU. Now, i resorted to the fact - he is definitely a good GAMBLER. Haha. He is a good man. Seriously. Do check in FB how the students respect him (and like him).

And surprisingly, its not only him. The same attitude I noticed - with most of the Lecturers in YES. I had my F6 with Siva Nair. My F7 with Joe Fang (okay. Gonna repeat this next year. 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭). And now my F9 with Oviyan. They all shared the same attitude and passion in teaching. They do treat you like their precious students - and its really left to your effort to study and try to pass the paper. Given the opportunity, I think they will also sit the exam for you. Haha.

Ok. I think I've spelled out all the justifying and reasoning here. Do check their website and Facebook - and do yourself the justice by learning only from the best. At the end of the day, we aim to pass kan..... so lets find the best that could help us to it.

YES Academy website : http://yes.edu.my/


Drop me email please should you have any enquiry. I will try to help - if its within my capacity to respond >> irina_matshafie@gmail.com

Cheers!!!


28 October 2017

Hasif _ Terima Kasih

Assalamualaikum...

2 minggu dalam bulan September, lepas Bibik sengal buat drama, kitorang masih dalam trial and error apa yang terbaik dalam bab menguruskan anak-anak dan rumah.

Nak masukkan taska, macam rugi sebab setiap Jumaat dalam September, saya cuti dan Hasif pun bekerja 3 hari sahaja seminggu.  Jadi lepas bincang, kitorang setuju, anak-anak Hasif akan jaga siang, dan dia atur kerja2 untuk malam.

Dan tahulah bila babah yang menjaga, balik rumah memang tak rupa rumah, makanan masak pagi jarang bersentuh sebab anak-anak ambil peluang pau babah dorang makan di luar. Itu tak kira lagi aktiviti-aktiviti tak berpekdah yang happily akan dicerita bila mama dorang balik rumah.


Ada satu hari, Hasif call suruh jumpa di Kids and Gym ni sahaja, memang tempat lepak anak2 suatu masa dahulu, time kaya raya dan mama dorang cuti kerja.

And well, by the look on his face, i believe the kids adore you and really appreciate what you have done to them. One day, this video will be the good reminiscing memories for us.

Thank you Hasif. 

24 October 2017

Road to 2020 - Karate Haya Syiha

Assalamualaikum....


Tak tipu, penat sebenarnya tengok budak2 zaman sekarang. Dengan expectation yang sangat tinggi di sekolah, macam-macam kegiatan ko-korikulum, tak masuk lagi kelas-kelas tambahan pada yang mengikut.

Iman plak, memang dari mula kitorang nak cuba tak payah kelas tambahan. Nak tengok cukup ke tidak pelajaran dari kelas sahaja. Setakat ujian kelas, alhamdulillah Iman lepas. Tapi ujian permata, so far memang tahao 1 je lepas. Ha ha. Lain gagal.

Macam hari ni, penuh dengan aktiviti karate dia sorang. Siang 1 hari tournament , malam ni latihan lagi di centre, esok pagi jam 8 AM dah kena standby untuk latihan Black Belt.

Dan ini baru Iman sorang yang sekolah. Harith tahun depan baru nak masuk. Dan di sekolah pun selain pengawas, Iman memang tak banyak masuk aktiviti lain, lately ni baru rajin sket koir la apa. Bab softball ke, netball ke apa ke..memang tak masuk. Kalau masuk, serius la, tak tahu nak bahagi masa macam mana dah.

Belajar, karate, music, berenang.

Itu tak masuk lagi kelas tambahan macam anak2 lain. Atau macam classmate Iman, masuk Equatrian, Pedang , Ragbi. Adeh. Sungguh kesian.



Memang keperluan pendidikan sekarang menjadikan anak all-rounder kununnya, atau kehendak anak-anak yang tertempias dengan peer pressure?

Tsk tsk. Kami ikutkan apa yang mampu selagi Iman nak dan minat. Harith dah cakap nak join ragbi selain karate.

Kesian anak. Kesian mak bapak juga nak chaperon. huhuhuhuh.

22 October 2017

Ultimate Indulgence

Assalamualaikum..

While many others parents may opt for a silent weekend, me as always, will be the favorite driver for my kid. 

No competition. Mama will always win 😧😧😧. And babah will always happily dozing off again.

This morning, Imani has her-forever-karate-black-belt training. And since this round they gather all kids in melawati, a normal trip of 10 minutes ended up to be 30 minutes. 😵😵😵.

And here we are.. 2 hours more too suffer this `kai kai`. 

Mama? I have 1 book - I can stay for hours. 


20 October 2017

Satu Masa Nanti, Hanya llmu Ini Yang Penting, Moga Anak-Anak Memahami

Assalamualaikum...

Kakak, Abang dan Adik,

Mama dan babah tak akan selalu ada untuk tolong, sokong, dan beri bantuan. Ada masa kami pimpin jalan, ada waktu kami biarkan jatuh. Sebab dari jatuh dan sakit itu, baru kita akan belajar untuk menjadi lebih baik.

Setinggi mana pun kakak, abang dan adik terbang nanti, sentiasa tengok ke tanah semula, sebab dari tanah itu kita semua dijadikan, dan dari tanah itu pun, badan kita semua akan hancur dan reput. Jangan sombong mendongak ke atas, sampai lupa apa yang dipijak di bawah.

Sebanyak mana ilmu yang kakak, abang dan adik dapat hari ini, hanya satu ilmu yang penting dan pastikan kita semua selamat di akhirat yang kekal nanti.

Ilmu mentuhankan Allah, dari kalam Allah yang paling mulia. Ingatlah apa yang pernah di ajar, perbaiki bacaan, fahami isi kandungan, jadikan pegangan.

InsyaAllah, kakak abang dan adik, akan selamanya selamat dalam rahmat Allah.

Mama doakan Syurga, mama redhakan segala yang telah Mama beri selama ini. Amin.




18 October 2017

INFO: Ergonomics Disease

Assalamualaikum..


Noticed lately, lots more of people in my office having this health issue -  relating to PC usage and how they worked in the office.

And in Oil and Gas, HSE literally should be in our bone and blood. It is compulsary to  be attended to and taken care of. So just try to make an effort to dig an info on this, and share with you guys, perhaps come preventive methods can be arranged now.

What is Ergonomics Disease?

It may be referred to as Repetitive Stress Injuries (RSIs), Repetitive Motion Injuries (RMIs), Musculoskeletal Disorders (MSDs), Cumulative Trauma Disorders (CTDs), or Cumulative Trauma Injuries (CTIs). OSHA and NIOSH typically use the term MSD or Musculoskeletal Disorder.

Erm... what actually it meant?

Pain in several parts of body due to wrong posture or as simple as sitting down too long.


What should we do?


Have fun!!



16 October 2017

School Holiday !!! The Break for Kids (and Us)

Assalamualaikum...


Deepavali !!! And its the additional 4 days leave for the kids. It was routine before to send the kids balik kampung, with maid. But now since we no longer have 1, tutup mata hantar sahaja. Tumpang bibik ibu, dan cuba sedapkan hati sendiri yang ibu ok dengan 1 bibik (dan 8 cucu).

Rasanya Ibu ok kot. Sebab before cuti pun, she kept reminding us with continuous pictures of food - to temp us. And the grandkids. Nampak tak ayat dah padiapa. Rasa tak best sebab takut menyusahkan 😢😢😢.

The kids ? Confirmla they like it here better. Bigger house..bigger outdoor area for playing...only next to football field..fully aircond..and continuous supply of food. We just reach here for 1 hour..ibu dah siap donut and pizza. Macam mana nak lawan daaaaa... 







By the look on their faces - memang tak ingat mak pak la lepas nie *sob sob*

Tak apalah. Hope they are having fun here (for sure) and we also have some space for ourselves. 

Ada 14 chapters to go before final. Dan Hasif can settle his pending task. At least for these 4 days.

Itulah. Good luck to you too!!!!

13 October 2017

She Was My Boss

Assalamualaikum..

Minggu ini adalah minggu yang sangat memenatkan, fizikal dan mental. Sebab boss tak ada, jadi banyak benda kena buat sendiri. Lagi2 bila pergi dan balik kerja sendiri, Hasif tak boleh hantar. Memang penat tak hengat. Pagi naik Uber, petang jalan kaki ke Putra dan naik teksi selepas itu.


Nak dijadikan cerita, pagi ini ambil Grab Car pulak. Saja nak cuba, asik2 ambil Uber. Sekali driver dah dipilih, keluar perempuan. Alamak...skeptikal sket dengan driver perempuan, lebih2 lagi hari Jumaat .. selalu banyak kereta. Sebab tahu sendiri bawa macam ntah hape-hape..jadi memang tak confident sangat banding kalau driver lelaki. Tapi..dah waktu sibuk, layan je la. Gambar tengok macam mak datin, nama pun boleh tahan fefeling omputih.

Kereta sampai, masuk dalam, and tara!!!!! It was my old bos. Masa di CGC kejap. CGC ni anak syarikat Bank Negara ...yang jaga loan untuk bumiputera.

Surprise? Mestilah.. sebab makcik ni serius tahap gaban kerek, sebab memang dia bijak, grade overseas, double triple degree and master and duduk UK lama sebelum balik Malaysia. Antara sebab kenapa dulu berhenti, sebab dia ni juga lah. Hahahahahaha.

But the tone was different now. Seriously different. And the way she spoke : I respect.

She remembered me. Dan demi Allah tidak membuat apa2 penilaian, sekadar bertanya perkembangan sekarang. Tertanya juga, kenapa turning point, dari seorang VP ke bekerja sendiri.

Dan makcik ni pun bercerita A-Z. Dah alang2 jammed, memang dia buat perceritaan semula, tak perlu dipujuk.

Kisah? Dia dah penat. Itu sahaja. Umur dah dekat 50 tahun, dia ada semua, anak, suami, keselesaan hidup. Tapi dia tetap rasa kosong. Rupanya selama ni dia jadi sebahagian the rat race, dia tak ingat ada benda lain lebih penting. Satu hari dia macam kena tampar sendiri, bila anak buat keputusan nak tidur rumah kawan dia, sebab mak kawan dia nak ajar untuk pelajaran Agama Islam untuk periksa akhir tahun. Nak harap mak ayah sendiri tak boleh.

Lama makcik ni emo. Sedih. Anak plak seorang je. Jadi pas pikir dalam2, dia decide untuk lepaskan semua. Jawatan (dan apparently kawan2 yang sejawatan itu). Jadi lepas tak bekerja, dia pastikan ambil hantar anak sekolah, pergi kelas2 agama dan jaga sendiri rumahtangga. Siap berhentikan 2 maid yang ada sebelum ini. 

Dan ayat dia:
Gaji saya sekarang memang tak menentu. 10% je dari apa yang saya selalu dapat bertahun2 ni. Tapi kehidupan saya tak rasa kosong. Tak rasa pun kurangnya gaji tu banding lebihnya apa yang diganti sekarang.

Habis tu, kenapa masih bawak Grab?
Sebab kita manusia. Dah lebih 20 tahun saya berkerjaya, jumpa orang hari2. jadi saya tak boleh duduk diam tak buat apa2. Tak boleh juga ekstrem pergi kelas agama hari2. Kena bahagikan juga dengan keperluan untuk berkawan, keluar dari rumah tengok perkembangan dunia.

Terdiam. Lama saya fikir. Dan kali ini, memang saya bayar ikut tambang betul, sebab tak nak guris ego dia, kalau ada.

Sampai ke ofis pun, masih terngiang2 apa yang diceritakan. 

Kuatnya dia untuk buat keputusan drastik begitu. Kerana seorang anak. Sanggupkah diri sendiri nak buat?

Tsk tsk

8 October 2017

Back to Mad Days

Assalamualaikum...


I bet the expectations now really take its toll. 

I am not complaining..seriously..wishing I could adapt fast and make it routines. Sudden household stuff without maid, 3 growing kids with extra classes for koko, my own classes at nights and weekends and new expectations at work. Just received my letter (yes. Again. The third for 2017) .. and being the only woman in technical field... its HARD. The 100% effort is no longer suffice. Degree and MBA are not a precedent anymore. TOUGH.

And my bestfriend is taking her unpaid leave from works. While the other is nursing her own down-the-river motivation to work.

Lunches are luxury nowadays. Most often than not, my breakfast will hold longer to dinner. 

Attire? Well...to support my routines (commuting to and fro work, walking to and fro classes) my new profound love is : kurung and sport shoes. 

And this was my attire .. then when I was 19 years old. And its still in now.

So mothers...my hats off to you. 

And in case you see me with that outfit : IGNORE. Don't ask why.










23 September 2017

Nasi Putih & Telur Kicap

Assalamualaikum.....


I was in the meeting for 1 whole day yesterday, even when Hasif called for lunch, I really have to passed.

And dem..when you are super duper tired and HUNGRY - the face of your presenter can easily turned to food. 

I saw Donut - coz Presenter A has a round face.

I saw Chocolate - coz he is (uhum) from India?

And I can even saw Pop Corn - coz her hair was in curly ball - in bronze!! haha.

Finished at 2PM, I had another one lining up at 3PM. With deck for presentation is half cooked - am not taking chance. So instead of rushing to Suria to pack food - i just simply planned to fill up my stomach with drinks - one after another until I full. Its free kan.

Sehinggalah tetiba Hasif called at around 3PM, just before my meeting. Told me to standby collecting my food, something he cooked and prep - and just sent it over on his way to Seremban.

Cute gile ok. Rasa nak nangis.

For years longing for delivery of flowers, I think I've gotten better. Nasi panas + sardine + telur goreng + kicap + epal. A complete set.

Happy tummy     ...    happy me. It was much2 better than bunch of flowers and non edible stuff. 

Thank you!!!!



18 August 2017

Bibik - Part 1 -13

Assalamualaikum...

Satu hari yang sangat penat. Dari pagi mesyuarat, siap boss belanja pizza untuk lunch ....berhenti untuk solat sahaja dan sambung semula. Itupun waktu sepatutnya bentang kat boss, cengkelat. minta diri sebab ada kelas. La ni lagi sejam nak pukul 12 baru boleh duduk tenang di rumah. 

Ok. Put that aside. Mari kita cerita pengakhiran kisah seorang pembantu rumah ni. Dah ramai yang tanya di FB dan juga time jumpa, nak panjang cerita ambil masa, meh kitorg share di sini perihal2 berkaitan. Supaya jelas apa jadi sebenarnya.

Dari mula.

Bibik pertama Mujiati, memang kami cari sendiri dan kerja dengan kami 5 tahun. Minta balik sebab dah penat kerja. Itupun time dah balik, ada beberapa cerita yang baru timbul, antaranya jam jenama yang kitorg terjumpa dalam beg yang sepatutnya bawa balik tapi tertinggal, cerita2 yang direka disampaikan kepada ahli keluarga etc etc etc. Lepas bibik ni balik, leceh amik maid, saya amik cuti tanpa gaji hampir setahun. 

Lepas Hanif setahun, baru ambil bibik lagi. Bibik ke 2 ni nama Umi Sadiya, asal Surabaya, pesantren , hafal Quran. 2 minggu sampai KL, suami meninggal dunia, tinggal anak sorang je umur 16 tahun. Sebab baru sampai dan permit kerja tak siap lagi, dia tak boleh balik, jadi kami adakan kenduri arwah untuk suami di KL. Dalam masa sama hantar duit di Indonesia untuk kenduri 3 hari 3 malam, hari 40, hari 100 dan baru-baru ni hari 1000 😐. Masa ni bibik 1st yang minta balik tu call semula nak kerja balik. Haha. Tidak lah kan.

Umi Sadiya ni ok (untuk kami. jangan tanya kakak2 saya atau ibu saya, depa memang hangin dari mula). Sebab kami banyak belajar dari bibik 1st, tak mengharap bibik buat kerja. Jadi tugas dia 5 hari seminggu sahaja (Isnin - Jumaat). Lagi 2 hari cuti. Tak termasuk cuti umum yang memang dia pun akan cuti. 

Minggu lepas anak Sadiya ni eksiden. Dia pun menangis histeria minta balik. Kami pula memikirkan dia baru je balik kampung, plus dah banyak guna duit untuk kenduri dia yang berkambing lembu kerbau bagai tu, kami ralat. Tapi memikirkan anak, tawakal, bagi je la balik. Walaupun instinct dah tau fishy. Dengan janji 10 hari sahaja sebab permit dah nak mati, harus balik 18hb jika mahu terus bekerja. 

Hari ke dua di Indonesia, hantar gambar - anak pecah mulut sahaja. Tiada patah retak jauh sekali harus bedah otak antara hidup dan mati seperti yang digambarkan.

Hari ke 3 , ayah Sadiya telefon, minta dibenarkan balik lambat sedikit. 

Hari ke 8 telefon, anak tak keluar hospital lagi. Minta izin balik lambat. Saya pun minta tolong anak kawan yang kebetulan bekerja sebagai doktor di Hospital sama, untuk cek kan sahih atau tidak. Anak tu memang betul eksiden, tapi ditahan di hospital 2 hari sahaja. Dah lama keluar.

Hari ke 9 telefon, bertanya jam berapa tiket kapal. Dan harus diganti ke tidak harga tiket. Sambil beritahu kena cirit birit 12 kali ke tandas 😃.

Hari ke 10 i.e hari ni :

11 AM - WA bibik beritahu untuk check in di kaunter. 
11.30 AM - Bibik telefon kata masih sakit perut. Bingung. Tak tahu boleh balik ke tidak. Kemudian talian terputus. Bila telefon semula, ini ayat dia lebih kurang:

'Puan, hari itu saya sudah bekerja 10 hari kan, Puan tak bayar gaji lagi. Itu tolak tiket la. Lebih kurang jumpa di akhirat. Saya tak boleh balik. Assalamualaikum. Bye' .

Saya pun sebab keluar mesyuarat semata2 untuk jawab panggilan dia sahaja, tak sempat fikir, masuk balik mesyuarat.

Tak lama lepas tu, dia hantar ini pula:
                                              😂😂😂😂😂😂

Ini yang terakhir. Lepas itu block WA saya. Dan tidak pun jawab panggilan Hasif.

Jadi..itulah pengakhirannya kisah seorang Umi Sadiya ni dalam kehidupan kami.

Hmmmmm.....

1. Hasif marah sangat. Saya faham. Satu sebab pengakhiran begini, agak biadab. Hasif ni orang nya pandang tinggi bab2 hormat ni. Kedua sebab anak bibik ni Hasif yang top up untuk sekolah. Sampailah habis belajar sekarang dah kerja.

2. Kawan2 tegur kenapa bagi pegang duit gaji semua, jadi sebab tu dia senang lari. Jawapan saya : dia bekerja, itu hak dia. Kan ada hadis cakap bayar upah sebelum peluh kering? Peganglah itu. Kalau itu hak dia, beri. Bab gaji 10 hari dia tu, memanglah tak bayar lagi, hari gaji akhir bulan. Plus : duit kapal dia, duit poket dia, kami yang beri walaupun dalam kontrak tak perlu. Kalau tolak 10 hari itupun, tak boleh ganti duit tiket dan duit2 hutang dia. Tapi ayat seolah2 terbalik pula yang berhutang.

3 - Sebab pertama kali kena begini. Harus uruskan report polis dan sebagainya, jadi marah sebab kena buat urusan2 tu lebih banyak dari marah sebab dia tak balik. Dari hari bapak dia minta balik lambat, dah tahu akan ada masalah (ini bukan kali pertama), jadi memang dah cari alternatif. Dan alhamdulillah, demi Allah tak rasa sakit jiwa sangat sebab mungkin anak2 dah besar. Dan Hanif pun nak masuk tadika dah. Terasa pastilah, sebab rasa kita dah layan baik, dan dia pun beragama (uhuk). Dan dia dah duduk dekat 4 tahun kot serumah. 

Kesimpulan?

Entahlah. Nak sangka baik susah. Nak sangka buruk pun masih ada yang baik. Walaupun bak kata Hasif mungkin 1 dalam 1000. 

Saya lihat ini salah satu cara Allah nak tunjuk jalan.Ramadhan hari itu, saya benar2 minta Allah permudahkan kehidupan, jadikan saya sebagai ibu, isteri dan anak yang lebih baik. Bukan ada pembantu rumah jadi looser tak elok, tapi ada perkara yang saya takes for granted. Nanti kita bincang lagi pros and cons bila ada maid ni ok. 

Jadi...itulah. Doakanlah. Alhamdulillah ada keluarga dan paling penting suami yang faham dan support. Dengan 2 anak sekolah,1 belum sekolah, sambung belajar, bekerja : memang agak mencabar. Untuk 2 minggu pertama ni sila tutup mata jangan tegur kalau nampak kitorg pakai baju kedut - its called familiarization weeks.<bluek>

Till then, doakan kami. InsyaAllah.





12 August 2017

He Told Me To Have More Friends

Assalamualaikum...

Pity...he said.

As he can count with 10 fingers only my friends and truthfully wonders, as he saw many instances that I received recognition in letter, wa, or via a simple delivery. He said, those people really appreciate me and consider me as their bestfriends and i, sometimes, can barely remember theirs.

What the hell am I doing blocking all the closeness and choose to built the wall around me. Arrogant to one extend.

Haha, this is not a posting to boost oneself, it is actually a confession why sometimes people do not let others to enter in their life, though on surface they are very warm and easy to approach with.

I do not know what its being called psychologically, I do know, the main reason I have to maintain this barrier : I fear rejection, and hate the fact that one day I have to say goodbye. Afraid of liking too much, at the end, the person would left me alone nursing the pain. I bet its got something to do with Abah, Mak and Abg  Chik leaving us. Not questioning takdir, just preventing myself from further sadness or depression....

Those closer one will understand, I may not be calling them on daily basis, heck, its sometimes takes months, even with all these latest IT and gadget in existence. But that does not mean I do not care about you. I did. I really do. And I always pray for the well being of people around me. Isn't it the best gift a friend could give?

So my dear friends (and you particularly : i know you are reading this), this is why am so hurt when those things happening. Too hurt till i felt only numb. For a person to lower down the barrier, and welcome you in his life, is the highest stake he is willing to do for you. And once you are in, the trust are all yours. But once those trust is compromise, there will be no more 2nd chance. Forgiven. But not forgotten. Time will heal. But the marks will remain. 

And dear readers, if you happen to have friends like me (haha), do not confuse with their personality. They just love you for who you are, and really appreciate you in so many ways undefined, and willing to go under for you. Its just that, they wont show it, Will never have that display of affection.  so dont be hurt.

Just be friends. With no obligations and expectations.




9 August 2017

INFO : Semakan Penempatan Darjah 1 2018 / 2019

Assalamualaikum...

Tahun 2018 Harith akan masuk darjah 1, alhamdulillah permohonan penempatan di sekolah yang dipilih dah dapat. Berbanding tahun- tahun sebelum ini, sekarang Kuala Lumpur pun kena buat permohonan penempatan atas talian i.e Online.

Jadi kawan - kawan, macam mana nak semak keputusan?

Boleh klik ------>   https://public.moe.gov.my/

Kemudian daftar masuk macam biasa, dan akan nampak skrin ini :

Selepas buat pengesahan, akan nampak butang Cetak Surat. Lepas cetak jangan simpan sendiri, masih kena buat pengesahan di sekolah dan bawa dokumen di bawah :

Pengesahan ini kena dibuat dalam masa 2 minggu ye. Jangan lupa.

Dan kalau tiada, boleh mulakan proses Permohonan Rayuan Sekolah.


5 August 2017

Emotionally Low

Assalamualaikum...

A wake up call indeed.. 

Semalam balik Kajang, niat di hati nak jumpa abah dan adik2. Missing them a lot, sejak masa akhir-akhir ni macam tak memihak pada kami. Telefon sahaja tak cukup sebenarnya...terutama adik-adik, yang walau pun dah besar, masih dalam adjusting period dengan dua peristiwa yang besar tahun ini.

1 - Mama meninggal dunia 😢 

2 - Makcik baru 😊

Needless says, everyone is adjusting to this new facts. Accepting in moderate way, dalam masa yang tak sampai 6 bulan. Dan diri sendiri sebagai menantu, tahu letak sebenar diri dalam keluarga, hanya mampu menyokong dari jauh. Adik2 ini yang sentiasa di rumah, dari penuh meriah masa mama ada, sekarang sunyi.

Betul - betul rasa bezanya.

Dan benarlah kata orang, apabila pasak utama sebuah keluarga itu sudah tiada, rapuhlah sudah landasan yang tinggal . Melainkan landasan itu dipaku kukuh dasarnya. 

Dan benarlah juga pendapat orang, masuk kandang kambing mengembek, masuk apa lagi aaa? haha. Yang penting, pandai2 lah membawa diri dalam sesuatu yang baru. Jangan harap orang lain bersungguh-sungguh nak menerima. Diri sendiri terbuai indahnya dunia sampai lupa letak tanah di kaki.

Berbunga sangat. Susah nak faham. Kesimpulan, rindu mama. Rindu abah. Rindu adik beradik. Rindu duduk sama-sama macam dulu. Moga ujian masa yang Allah bagi kepada kita sekarang ini boleh diatasi. Moga ujian rasa ini ada akhirnya.

Untuk adik - adik : i may not there for you physically, i am always just one ring away. Take care .












2 August 2017

Mula Balik Jadi Student...tsk tsk

Assalamualaikum..

Lebih 2 minggu tak menulis, banyak sangat cerita, dari jamuan raya yang banyak, tapi memang sungguh tak sempat nak membebel kat sini. Tak apa, pelan2 nanti kita susun balik cerita. 

Oh..sebab arahan boss besar, dah kena sambung belajar semula. Habiskan kertas ACCA yang dah bercuti dengan gembiranya selama 3 tahun sebelum ni. Punyela pujuk boss tak payah, minta pelepasan bagai, alasan dah ada degree, dah ada MBA, even kerja sekarang pun dah berkait betul dengan degree IT tu. 

Sekali buat email pelepasan : bos jawab, reminds me in 2 weeks time to revert. La ni dah 2 bulan, memang tak la kan.

Kali ke dua buat rayuan : bos panggil. Tak sempat cakap apa, dia dah smash : I put you there for a reason. Dont stop and feels complacent. 😢😢😢😢😢😢😢😢😢😢. 

Jadi, rutin sekarang, Isnin ke Khamis 8 AM ke 8.30 PM ofis - kecuali Khamis 6 - 10.30 PM kelas. Sabtu kelas lagi 9 AM  - 6 PM. Ahad - Imani kelas karate, Harith dan Hanif insyaAllah swimming.

Lepas ni, kalau korang jemput gie mana2, kitorg tak dapat datang, mohon ampun maaf zahir batin. Serius dah tak tahu nak celah mana rehat. Tak apalah. Ada hikmah. Moga Allah permudahkan.

Doakan juga please....lagi 6 paper ni nak kena terjah. ..... berair mata darah buat. sob sob.


30 July 2017

Tak habis2 kisah Alif Aziz ni

Assalamualaikum....

Saya tak layan sangat port pasal artis ni...tapi yang latest meletup ni, sampai penuh timeline, tertanya2 gak sapa yang worth the paper to put him on a front page.

Siap seharian sabtu skodeng sapa .. dalam2 lesu hadap cikgu mengajar kat depan. Dan jujur, baru tau ramai rupanya nama Alif dalam Malaysia ni, celebrity la maksudnya. Dan ada 1 page ni memang lawak statement dia :




Hahahah..sila jangan tersilap hokei. Kitorg sampai tersalah2 Alif Satar ni dengan Aziz Satar 😂😂😂😂😂😂😂.

Bab dia dan perkahwinan dan kisah karaoke itu, hanya dorang yang tahu. Yang penting, Allah ada. Betul salah insyaAllah akan nampak nanti. Kita orang luar jangan terlebih bagi pressure. Yang penting doakan moga anak2 kita Allah tak duga jadi suami yang tak jujur, atau isteri yang terumbang ambing kerana tiada didikan suami, atau nauzubillah perempuan yang sudah hilang kehormatan dan harga diri, tidak tahu yang mana halal dan haram. Nauzubillah.

Jomlah doa je. Moga tak kena pada kita. Dan doakan yang baik2 untuk semua Alif yang ada.

10 July 2017

I made a mistake..terribly

Assalamualaikum..


I have many regrets .. for mistakes I did in the past.

And recently was made yesterday.

Scolded Imani, and raised my voice and worst - I was overracting by asking her to leave the house. Seriously, though I did apologize before we went for sleep, the regret is still fresh. And the wound. And I bet, Imani has the worst impact of it.

It was my first blow, and I vow it will be my last.

I made the mistake of pampering my kids to the extend they no longer appreciate small things. I made the mistake of expecting perfection until my own kids keeping their thoughts to themselves. I made the terrible mistake to pass my frustration on them, for their minor mistakes, when the truth was, I am disappointing with myself.




7 July 2017

It's the 10 Years Blessed

Assalamualaikum...

One of the good things Emak taught us , was to always show your appreciation to people, in every possible way you could. And I made it compulsory to live up to that expectation , most of the time by action and least by a simple message (or whatsapp - 💢).

And today merit special attention among st all. The 10th Anniversary with my forever roommate. It's the big 10!!!! 

Untuk Hasif :

I memang teruk with perkataan. Dan tidak boleh susun ayat secantik susunan bahasa yang selalu you buat. Terlalu banyak untuk diucapkan terima kasih. Terlalu banyak untuk dipohon ampun dan maaf.


10 tahun kot kita sama-sama, banyak tak hengat benda kita buat , dan dalam banyak-banyak tu, ada significant events dan statements yang memang I rasa - well, I tak tahu apa yang I rasa. Mixed feelings.


Masa kita nikah, tradisi nya orang selalu buat, untuk upacara batal sembahyang dan serah mas kahwin, suami akan bagi isteri. Masa kita, you minta Mama yang buat.

And do you remember what you said?

Ini Mama I, sekarang Mama you juga. Biar Mama pakaikan, sebab ini 2 wanita yang I akan jaga sampai mati.
 Do you know how much this meant to me , anak yatim piatu,  tak dak mak bapak, tumpang kasih Ibu je, and suddenly I have you, Ibu, Mama dan Tok Cik? Alhamdulillah.

Really Hasif : you gave me new life.

Imani was 3 days old, dan kita duduk di Bukit Mahkota masa ni dengan Pol.

Ingat apa you cakap?

Hi anak babah...nasib comel macam babah. Esok besar cantik macam babah, pandai macam mama, tolonglah kahwin anak raja.

And yet, she was only 3 days old 😉😉. 

Your high level thinking and deduction - scary.

Masa I pregnantkan Harith, Doctor minta buat detailed scan and tetiba bagi diagnosis - yang buatkan I menangis berhari-hari. Siap remarks to consider termination of pregnancy. Sangat banyak test, scan...i pun dah tak tahu which present what.

You tak mengalah, kita janji simpan sama2 dan serahkan pada Allah. 9+ challenging months. Only us, and the doctor and Allah knew.

You cakap : Apa2 pun jadi, macam mana pun Allah nak bagi, percaya pada Allah. Jangan fikir bukan2. Kita boleh buat ni sama2.

Alhamdulillah, its a miracle. And see how Harith turns out now. Haha.

Your trust and faith : thank you.

Ini masa Hanif, kita suka2 pergi normal check up lepas makan paru goreng favorite, tetiba doctor terus suruh duduk. Darah dah sampai 200.

Malam tu juga, I dah tak sedar betul2 apa jadi, tapi ingat untuk pesan Dr Seri suruh you kahwin lagi, pastikan lebih cantik dan baik dari I untuk jaga you dan anak2.

Dan ayat pertama you cakap lepas I sedar dari emergency Czer - alhamdulillah you dah bangun. Then you turned to Dr Seri : Alamak Doc, cancel la saya boleh kahwin lagi?
                                          Your level of confidence - not funny.Huh.

Ini raya terakhir kita dengan Mama. Masa ni lepas you salam peluk Mama, I salam you.

Dan you cakap :

You are exactly like Mama. Always about me. About the kids. I mintak sangat Allah balas syurga.

You tahu kan apa yang paling seorang isteri nak? Doa ikhlas dari seorang suami. Nothing else Hasif. Seriously. Doa dan redha you.

And you gave me one, and many. Terima kasih. 


I have many other statements and events, which I chose not to share publicly here, just enough what have been said : just to let you know how much your words, actions and by your own existence, filling up all the gaps and insecurities that exist and tend to root before you. 

You have completed me, in so many ways unthinkable.

Doa ikhlas dari hati : semoga ikatan hati ini barakah sehingga ke akhir. Semoga Allah balas segala pengorbanan you dengan sebaik-baik balasan di akhirat nanti.

Happy 10th Anniversary Hasif Mohd Nakhaie. Moga yang indah2 sahaja untuk kita dan anak-anak.

Amin.


About Me

A wife, a mother of three and still surviving the corporate jungle. Wish I could give back to people, and put a mark or two in their life. Planning,negotiation and interpersonal skills are my expertise. Let's get connected.